Minggu, 31 Oktober 2010

PROSES DASAR DALAM KELOMPOK

I. TAHAP FORMING
A. Pandangan Psikoanalisis
Freud : orang bergabung dalam kelompok karena keanggotaan dapat
memuaskan kebutuhan dasar biologis dan psikologis tertentu

Ada 2 proses pembentukan kelompok, yaitu:
1. Identifikasi
.. energi emosi individu (libido) diarahkan ke dirinya dan orang lain.
Individu menjadikan orang lain (orang tua) sebagai model egonya . EGO
IDEAL. Penerimaan orang tua sebagai objek kasih sayang anak akan
membentuk ikatan yang kuat . kepuasan melalui sense of belonging,
kesalingtergantungan, perlindungan terhadap ancaman luar dan
meningkatkan self development.
2. Transferen
.. bagaimana pembentukan kelompok pada masa awal kehidupan
individu mempengaruhi perilaku kelompok selanjutnya. Individu melihat
pemimpin kelompok sebagai figur otoritas sebagaimana individu
menganggap orang tuanya.
B. Pandangan Sosiobiologi
.. Menurut pandangan ini, orang bergabung dengan kelompok untuk
memuaskan keinginan yang kuat untuk berafiliasi secara biologis.
.. Didasarkan teori evolusi dari Charles Darwin : bergabung dengan anggota
lain dari satu spesies merupakan ekspresi strategi yang stabil secara evolusioner
dan kultural dari individu yang dapat meningkatkan rerata kesuksesan
reproduksi.
C. Pandangan Proses Pembandingan Sosial
.. Leon Festinger (1950, 1954) : orang membutuhkan orang lain karena mereka
membutuhkan informasi tentang diri mereka dan lingkungan mereka dan
kebutuhan akan informasi. Ini hanya dapat dipenuhi dari orang lain. Individu
membandingkan diri mereka dengan orang lain tentang keyakinan, opini dan
sikap mereka . apakah benar, valid, sesuai.
D. Pandangan Pertukaran Sosial
.. Model ketertarikan kelompok, dengan mempertimbangkan :
1. reward
2. cost
.
minimax principle (berusaha untuk mendapatkan reward yang sebesarbesarnya
dan mengurangi cost yang sekecil-kecilnya).
II. TAHAP STORMING : KONFLIK DALAM KELOMPOK
.. Munculnya disagreement, pertengkaran dan friksi diantara anggota kelompok
yang melibatkan kata-kata, emosi dan tindakan.

Rabu, 20 Oktober 2010

Individu dalam massa

• Kehilangan kepribadian yang sadar dan rasional, tindakan kasar dan
irasional, menurut secar membabi buta pada pemimpin

• Melakukan hal-hal yang berlawanan dengan kebiasaan .agresi

Teori frustasi-agresi dari Fuller-Miller, mengemukakan:
• agresivitas merupakan cerminan dari frustasi yang dirasakan oleh massa
• kuat lemahnya tergantung besar kecilnya hambatan dalam mencapai
tujuan tersebut
Menurut Sidis, individu dalam massa akan terkena hipnotis bentuk ringan
sehingga pertimbangan kritis hilang.

 Kondisi Psikologis Individu Dalam Massa
Menurut Gustave Le Bon, massa itu mempunyai sifat-sifat psikologis
tersendiri. Orang yang tergabung dalam suatu massa akan berbuat sesuatu,
yang perbuatan tersebut tidak akan diperbuat bila individu itu tidak tergabung
dalam suatu massa. Sehingga massa itu seakan-akan mempunyai daya
melarutkan individu dalam suatu massa, melarutkan individu dalam jiwa massa.
Seperti yang dikemukakan oleh Durkheim bahwa adnaya individual mind dan
collective mind, yang berbeda satu dengan yang lain. Menurut Gustave Le Bon
dalam massa itu terdapat apa yang dinamakan hukum mental unity atau law
mental unity, yaitu bahwa massa adalah kesatuan mind, kesatuan jiwa.

Menurut Allport, sekalipun kurang dapat menyetujui tentang collective
mind tetapi dapat memahami tentang pemikiran adanya kesamaan (conformity),
tidak hanya dalam hal berpikir dan kepercayaan, tetapi juga dalam hal perasaan
(feeling) dan dalam perbuatan yang tampak (overt behaviour).

Jenis, Penyebab, dan Dinamika Gerakan Massa

A.Jenis-jenis Gerakan Massa (Danzigers)
1. Gerakan Massa Progresif
. merombak norma lama, membentuk norma baru
2. Gerakan Massa Status Quo
. mempertahankan norma lama (konservatif)
3. Gerakan Massa Reaksioner
. orang yang bersikap untung-untungan
. lebih lunak/fleksibel, tidak tegas yang penting golongannya tidak
dirugikan

B.Penyebab Gerakan Massa

Salah satu pandangan berpendapat bahwa manusia itu merupakan
individu yang mempunyai dorongan-dorongan atau keinginan-keinginan yang
pada prinsipnya membutuhkan pemuasan atau pemenuhan. Tetapi dalam
kenyataannya tidak semua dorongan atau keinginan itu dapat dilaksanakan
secara baik. Dorongan atau keinginan yang tidak memperoleh pelepasan,
terdorong dan tersimpan dalam alam bawah sadar, yang pada suatu ketika akan
muncul kembali diatas sadar bila keadaan memungkinkan.

Salah satu pendapat yang dikemukakan oelh Freud bahwa struktur pribadi
manusia terdiri dari 3 bagian, yaitu das es atau the id, yaitu berupa dorongandorongan
yang pada dasarnya dorongan-dorongan tersebut membutuhkan
pemenuhan, ingin muncul dan ingin keluar. Yang kedua adalah das ich atau the
ego, yang merupakan sensor untuk menyesuaikan dengan keadaan sekitarnya
terutama dengan norma-norma. Yang ketiga, yaitu das uber ich atau the
super ego, merupakan kata hati yang berhubungan dengan moral baik buruk.

Dalam kehidupan bermasyarakat adanya norma-norma tertentu yang
merupakan pedoman-pedoman yang membatsi gerak atau perilaku anggota
masyarakat. Dengan adanya norma-norma itu sebagai anggota masyarakat yang
baik tidak dapat berbuat seenaknya. Ini berarti bahwa norma-norma itu
berfungsi menyesuaikan dengan keadaan lingkungan, yaitu menyesuaikan
dengan norma-norma yang ada dalam masyarakat.

Atas dasar uraian diatas dapat dikemukakan salah satu analisis mengenai
perbuatan massa adalah berdasarkan atas faktor psikologis yang mendasarinya,
yaitu orang bertindak dalam massa atas dorongan-dorongan yang muncul dari  bawah sadar yang semula ditekannya. Karena itu bila banyak hal ditekan
merupakan suatu pertanda yang kurang baik, sebab pada suatu waktu dapat
muncul dipermukaan bila keadaannya memungkinkan, salah satu bentuk adalah
dalam massa.


C.Dinamika gerakan massa

Proses Dinamika Gerakan Massa

1. Pemusatan perhatian
2. Penciptaan suasana kebersamaan
3. Pusat rasa kagum dan perasaan berada pada suatu massa
4. Pemimpin membayar massa kemana aktivitas akan massa akan dituju

Massa pasif dan massa aktif

1.Massa pasif yang disebut dengan audience adalah kumpulan orang-
orang yang belum melakukan tindakan nyata, misalnya orang-orang
berkumpul untuk mendengarkan ceramah, menonton sepakbola, dll



2.Massa aktif yang disebut dengan mob terbentuk karena telah adanya tindakan-tindakan nyata, misalnya demonstrasi, perkelahian massal, dsb
Menurut Mc Laughlin, paling tidak ada 3 kondisi yang melatarbelakangi,
yaitu:
• adanya problem yang cukup serius
• upaya penyelesaian problem yang tertunda
• adanya keyakinan dalam kelompok massa bahwa problem harus
diselesaikan

Massa abstrak dan massa konkrit

1.Massa Abstrak adalah sekumpulan orang-orang yang sama sekali belum
terikat satu kesatuan, norma, motif dan tujuan.

Alasan timbul :
• ada kejadian menarik
• individu mendapat ancaman
• kebutuhan tidak terpenuhi

2.Massa Kongkrit adalah massa yang mempunyai ciri-ciri:
• adanya kesatuan mind dan sikap
• adanya ikatan batin dan persamaan norma
• ada struktur yang jelas
• bersifat dinamis dan emosional, sifat massa jelas

Antara masssa abstrak dan massa kongkrit kadang-kadang mempunyai
hubungan, dalam arti bahwa masa abstrak dapat berkembang atau berubah
menjadi massa yang kongkrit dan sebaliknya masa kongkrit dapat berubah
menjadi massa abstrak. Tetapi ada kalanya masa abstrak bubar tanpa adanya
bekas.

Psikologi Massa

Psikologi massa adalah studi mengenai tingkah laku banyak orang
atau kumpulan manusia mengenai kelompok-kelompok yang
terorganisir dengan longgar sekali (Kamus Lengkap Psikologi).

Psikologi massa adalah psikologi yang khusus mempelajari perilaku
manusia dalam loosely organized group (Chaplin, 1972).

Massa adalah sekumpulan banyak orang (ratusan/ribuan) yang
berkumpul dalam suatu kegiatan yang bersifat sementara.

Rabu, 13 Oktober 2010

Alasan Individu Masuk Kelompok

Menurut  Shaw:
1.Ketertarikan interpersonal
Dapat diartikan sebagai kecenderungan untuk mengevaluasi individu lain dengan penilaian positif secara konsisten.Ada beberapa faktor yang dapaat menyebabkan terjadinya ketertarikan ini,diantaranya;
a.Daya tarik fisik.
b.Kedekatan.
c.Merasa dekat/familiar.
d.Kemiripan.
e.Social reward.

2.Aktivitas kelompok
3.Tujuan kelompok
4.Keanggotaan kelompok
5.Efek instrumental dari keanggotaan kelompok

Menurut Forsyth:
1.Pemuasan kebutuhan kebutuhan psikologis.
2.Meningkatkan ketahanan yang adaptif
3.Kebutuhan akan informasi

Menurut Robbins:
1.    Keamanan
2.    Status
3.    Penghargaan diri
4.    Pertalian
5.    Kekuasaan
6.    Pencapaian tujuan

Jenis jenis kelompok

 1.Dyad adalah kelompok masyarakat yang memiliki satu atau dua persamaan dalam kelompok tersebut.
Contoh :
Kelompok usia 15 dan memiliki pekerjaan sebagai pelajar. Mereka akan menjadi sebuah kelompok masyarakat dengan kesamaan tersebut.
 2.Kelompok kecil adalah sekumpulan perorangan yang relatif kecil yang masing-masing dihubungkan oleh beberapa tujuan yang sama dan mempunyai derajat organisasi tertentu diantara mereka.
Karakter-karakternya adalah sebagai berikut;
a. kelompok kecil adalah sekumpulan perorangan, jumlahnya cukup kecil sehingga semua anggota bisa berkomunikasi dengan mudah sebagai pengirim dan penerima. Pada umumnya suatu kelompok kecil terdiri dari kira-kira 5 hingga 12 orang. Yang penting diingat bahwa setiap anggota harus bisa berfungsi sebagai sumber maupun penerima dengan relatif gampang.
b. para anggota harus dihubungkan satu sama lain dengan beberapa cara sehingga perilaku anggota menjadi nyata bagi anggota lainnya
c. diantara anggota harus ada beberapa tujuan yang sama
d. para anggota kelompok harus dihubungkan oleh beberapa aturan dan struktur yang terorganisasi.

3.Organisasi adalah sekelompok orang (dua atau lebih) yang secara formal dipersatukan dalam suatu kerjasama untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan.
4.Massa adalah sekumpulan banyak orang (ratusan/ribuan) yang berkumpul dalam suatu kegiatan yang bersifat sementara.

Selasa, 05 Oktober 2010

Karakteristik Kelompok

Karakteristik kelompok (Sorsyth,1979),yaitu:
   1.Interaksi fisik,verbal,non verbal, emosional
   2.Struktur →  pola hubungan yang stabil diantara anggota
  • role yang telah diharapkan dan seseorang yang telah menduduki
  • norma : aturan yang mengidentifikasi atau mengdeskripsikan perilaku yang tepat
  • relasi antar anggota               
   3.Tujuan
  • intrinsik
  • ekstrinsik (tujuan bersama)
4.Groupness entitavity (kesatuan): tingkat dimana kesatuan kekuatan tunggal menyatu
5.Ketergantungan dinamis

2.Kelompok efektif dan tidak efektif

Teori Fiedler.
Model atau teori kontingensi Fiedler melihat bahwa kelompok efektif tergantung pada kecocokan antara gaya pemimpin yang berinteraksi dengan subordinatnya sehingga situasi menjadi pengendali dan berpengaruh terhadap pemimpin.

Steven Covey (1997) menemukan 7 kebiasaan atau habits yang perlu dimiliki oleh individu/kelompok yang ingin memiliki keefektifan yang tinggi : 1). Pro aktif, 2). Mendahulukan yang utama, 3) selalu memulai dengan tujuan akhir, 4). Pendekatan menang-menang, 5) berusaha mengerti orang lain, 6) selalu menciptakan sinergi, keterpaduan dan kebersamaan serta 7). Selalu mengasah dan mengembangkan diri baik fisik , sosial maupun nilai-nilai.  Dari ketujuh habit tersebut yang menonjol adanya tim adalah pendekatan menang-menang, mengerti orang lain dan selalu bersinergi.

ciri-ciri kelompok yang tidak efektif :
1). Komposisi susunan kelompok yang tidak efektif
2). Ketidak jelasan peran kelompok dan anggota-anggotannya
3). Kemampuan mental dan (intelegensia,kreativitas) yang rendah
4). Konflik of interest pribadi merebak
5). Moral atau semangat kelompok yang rendah






Pendekatan Terhadap Studi Tentang Kelompok

1. PENDEKATAN TEORITIS

a.Teori Sintalitas Kelompok

Teori Sintalitas Kelompok merupakan perwujudan dari proses komunikasi dari suatu kelompok. Teori ini dikembangkan oleh Cattell pada tahun 1948. Cattell berpendapat bahwa untuk dapat membuat perkiraan-perkiraan ilmiah yang tepat, segala sesuatu harus dapat diuraikan, diukur, dan diklasifikasikan dengan tepat dan cermat. Dalam teori sintalitas ini, Cattell menjelaskan bahwa dalam suatu kelompok haruslah memiliki kepribadian yang dapat dipelajari. Dengan alasan ini, Cattell dengan teorinya dikatakan sebagai pengembang Psikologi yang dinamakan Psikologi Kepribadian Kelompok.

Dimensi Kelompok

a.sifat sifat sintalitas : pengaruh adanya kelompok sebagai keseluruhan terhadap kelompok lain dan lingkungannya
b.sifat sifat struktur kelompok : hubungan antara anggota kelompok,perilaku kelompok,pola organisasi kelompok
c.sifat sifat populasi : sifat rata rata anggota kelompok
Dinamika Sintalitas

-eksistensi kelompok tergantung pada kebutuhan individu anggotanya
-kelompok kelompok biasanya saling overlapping

Asumsi Dasar dan Uraian Teori

Asumsi dasar dari teori ini merupakan asal kata dari sintalitas (syntality) yang digunakan oleh Cattell untuk menunjukkan “kepribadian kelompok” yang mencankup kebersamaan, dinamika, temperamen, dan kemampuan kelompok. Dasar-dasar pendapat yang dikemukakan oleh Cattell dipengaruhi oleh pandangan McDougall (1920) tentang kelompok yaitu:

- Perilaku dan struktur yang khas dari suatu kelompok akan tetap ada walaupun anggota-anggotanya berganti. - Pengalaman-pengalaman kelompok direkam dalam ingatan.
- Kelompok menunjukkan adanya dorongan-dorongan.
- Kelompok mampu berespons secara keseluruhan terhadap suatu rangsang yang tertuju pada salah satu bagiannya.
- Kelompok menunjukkan emosi yang bervariasi.
- Kelompok menunjukkan adanya pertimbangan-pertimbangan kolektif (bersama).

Cattell mengemukakan setidaknya membutuhkan tiga panel dalam suatu kelompok, yang terdiri atas : sifat-sifat sintalitas yaitu pengaruh dari adanya kelompok sebagai keseluruhan, baik terhadap kelompok lain maupun terhadap lingkungan; sifat-sifat struktur kelompok yaitu hubungan yang tercipta antara anggota kelompok, perilaku-perilaku di dalam kelompok, dan pola organisasi kelompok; dan sifat-sifat populasi yaitu sifat rata-rata dari anggota-anggota kelompok. Hubungan dari ketiga panel ini adalah saling ketergantungan. Selain dari tiga panel yang telah diuraikan tersebut,Cattell juga menyatakan adanya dua aspek penting pada kelompok, yaitu : eksistensi kelompok tergantung pada kebutuhan individu anggotanya dan kelompok-kelompok biasanya saling tumpang tindih.

b. Teori Produktif Kelompok (Stogdill 1956)

Teori Prestasi kelompok dikemukakan oleh Stogdill pada tahun 1959. Stogdill menganggap bahwa teori-teori tentang kelompok pada umumnya didasarkan pada konsep tentang interaksi yang memiliki kelemahan teoritis tertentu. Maka dari itu, Stogdill mengajukan teori prestasi kelompok.

Teori yang dikemukakan oleh Stogdill ini, menyertakan masukan (input), variabel media, dan prestasi (output) dari suatu kelompok.

Teori ini merupakan hasil pengembangan dari teori-teori sebelumnya yang tergolong dalam tiga orientasi yang berbeda, seperti : orientasi penguat (teori-teori belajar), orientasi lapangan (teori-teori tentang interaksi), dan orientasi kognitif (teori-teori tentang harapan).

Asumsi Dasar dan Uraian Teori


Asumsi dasar dari teori ini adalah proses terjadinya dalam kelompok dimana dimuiai dari masukan ke keluaran melalui variabel-variabel media. Dalam teori ini akan terdapat umpan balik (feed-back).
Berikut ini adalah penjabaran teori prestasi yang terbagi atas beberapa faktor yang mempengaruhi suatu kelompok, yaitu :

a.masukan dari anggota
si yang terbuka. Struktur dan kelangsungan sistem sangat bergantung pada tindakan-tindakan anggota da

Masukan dari anggota merupakan sumber input. Menurut Stogdill, kelompok adalah suatu sistem interakn hubungan antara anggota. Ada tiga elemen penting yang termasuk dalam masukan anggota, yaitu : interaksi sosial (menyatakan suatu hubungan yang dilakukan oleh dua orang atau lebih, interaksi ini terdiri atas aksi dan reaksi antara anggota-anggota kelompok yang berinteraksi); hasil perbuatan (bagian dari suatu interaksi yang dapat diaplikasikan dalam bentuk kerja sama, berencana, menilai, berkomunikasi, membuat kepetusan); dan harapan (kesediaan untuk mendapatkan suatu penguat, fungsi dari harapan ini adalah sebagai dorongan (drive), perkiraan tentang menyenangkan atau tidaknya dasil, dan perkiraan tentang kemungkinan hasil itu akan benar-benar terjadi).

b.variabel media
      
Variabel media menjelaskan mengenai beroperasi dan berfungsinya suatu kelompok. Elemen-elemen yang ada di dalamnya, yaitu : struktur formal (struktur formal mencakup fungsi dan status dimana kelompok terdiri atas individu-individu yang masing-masingmembawa harapan dan perbuatannya sendiri) dan struktur peran (struktur peran mencakup tanggung jawab dan otoritas dimana individu yang menduduki posisi tertentu hampir tidak berpengaruh pada status dan fungsi posisi tersebut).

c.prestasi kelompok

Prestasi kelompok merupakan output atau tujuan dari kelompok. Ada tiga unsur yang mjenentukkan prestasi kelompok, yaitu : produktivitas (derajat perubahan harapan tentang nilai-nilai yang dihasilkan oleh perilaku kelompok), moral (derajat kebebasan dari hambatan-hambatan dalam kerja kelompok menuju tujuannya), dan kesatuan (tingkat kemampuan kelompok untuk mempertahankan struktur dan mekanisme operasinya dalam kondisi yang penuh tekanan (stress).

c.Perbandingan teori teori

Sintalitas adalah kepribadian yang khusus digunakan untuk mempelajari cara menguraikan dan mengukur sifat sifat dan perilaku kelompok.Menurut Cattell eksistensi suatu kelompok dapat memenuhi kebutuhan individu jika sebuah kelompok tidak dapat lagi memenuhi kebutuhan anggota anggotanya.Sedangkan teori produktif kelompok lebih menekankan kepada proses terjadinya dalam kelompok itu sendiri.


2.PENDEKATAN EMPIRIS

a.Field Study

Sebuah studi lapangan adalah istilah yang digunakan oleh naturalis untuk studi ilmiah binatang liar hidup bebas di mana subjek yang diamati dalam habitat alami mereka,tanpa mengubah,merusak,atau material mengubah pengaturan atau perilaku dari hewan yang diteliti.

Studi lapangan merupakan bagian tak terpisahkan dari ilmu biologi.Ini membantu untuk mengungkapkan kebiasaan dan habitat berbagai organisme hadir dalam lingkungan alam mereka.

b.Eksperimen Lab

Merupakan eksperimen yang dilakukan dengan dengan mengontrol dan memanipulasi yang bertujuan untuk mengetahui hubungan sebab dan akibat didalam setingan pura-pura seperti di laboratorium.

c.Studi Stimulus Komputer












     
         

Senin, 04 Oktober 2010

Orientasi teoritis dalam dinamika kelompok

     Orientasi teori dalam dinamika kelompok

1. Tujuan → mudah dimengerti oleh anggota kelompok, relevan dengan kebutuhan anggota, mengisyaratkan saling ketergantungan dan membangkitkan komitmen tingkat tinggi dari anggota untuk mencapainya.
2. Anggota harus mengkomunikasikan ide-ide dan perasaan
3. Partisipasi dan kepemimpinan harus terdistribusikan antar anggota

 Tanggung jawab
 Semua orang terlibat dalam pekerjaan kelompok, setia terhadap kebutuhan kelompok dan puas terhadap keanggotaannya
 Sumber daya (potensi anggota dimanfaatkan)
 Meningkatkan kohesivitas kelompok

4. Prosedur pengambilan keputusan → tepat dan fleksibel
5. Kekuasaan dan pengaruh → keahlian kemampuan
6. Konflik → kontroversi ide / opini

Pemicu :
 Kebutuhan
 kelangkaan sumber daya (uang, power)
 persaingan
Cara mengatasinya:
 Harus bernegosiasi → sama-sama puas dan tidak memperlemah
 Kerjasama
Saling ketergantungan

7. Kohesivitas meningkat
 Saling menyukai
 Ingin terus menjadi bagian kelompok
 Puas terhadap keanggotaan
 Tingkat penerimaan, dukungannya dan kepercayaan meningkat.

8. Kemampuan memecahkan masalah
 Merasakan adanya masalah
 Mencari dan menetapkan solusi
 Mengevaluasi efektivitas solusi

Minggu, 03 Oktober 2010

KEDUDUKAN PSIKOLOGI KELOMPOK DALAM PSIKOLOGI SOSIAL

Para ahli psikologi sosial,seperti Otto Klineberg berpendapat bahwa Psikologi Kelompok lebih ditekankan pada peninjauan psikologi sosial karena yang terpenting sampai sejauh mana pengaruh interaksi sosial  individu di dalam kelompok terhadap masing masing individu sebagai anggota kelompok.Hal ini berarti psikologi kelompok ingin mempelajari hubungan timbal balik antar angota dalam kehidupan kelompok.

Jumat, 01 Oktober 2010

Pengertian Kelompok

Pengertian kelompok

Kelompok adalah kumpulan orang-orang yang merupakan kesatuan sosial yang mengadakan interaksi yang intensif dan mempunyai tujuan bersama.

Menurut Winardi bahwa :“Kelompok adalah suatu unit yang terdapat beberapa individu, yang mempunyai kemampuan untuk berbuat dengan kesatuannya dengan cara dan atas dasar kesatuan persepsi”. Menurut W.H.Y.Sprott mendefinisikan kelompok sebagai beberapa orang yang bergaul satu dengan yang lain.Kurt Lewin berpendapat "the essence of a group is not the similarity or dissimilarity of its members but their interdependence". H.Smith menguraikan bahawa kelompok adalah suatu unit yang terdapat  beberapa individu,yang mempunyai kemampuan untuk berbuat dengan kesatuannya dengan cara dan dasar kesatuan persepsi.Interaksi antar anggota kelompok dapat menimbulkan kerja sama apabila masing masing anggota kelompok:

a).Mengerti akan tujuan yang dibebankan di dalam kelompok tersebut
b).Adanya saling menghormati di antara anggota anggotanya
c).Adanya saling menghargai pendapat anggota lain
d).Adanya saling keterbukaan,toleransi dan kejujuran di antara anggota kelompok

Menurut Reitz (1977) kelompok mempunyai karakteristik sebagai berikut :

a).Terdiri dari dua orang atau lebih
b).Berinteraksi satu sama lain
c).Saling membagi beberapa tujuan yang sama
d).Melihat dirinya sebagai suatu kelompok

Kesmpulan dari berbagai pendapat ahli tentang pengertian kelompok adalah kelompok tidak terlepas dari elemen keberadaan dua orang atau lebih yang melakukan interaksi untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan bersama.







Pengertian Dinamika Kelompok

Pengertian dinamika kelompok
Dinamika kelompok merupakan suatu kelompok yang terdiri dari dua atau lebih individu yang memiliki hubungan psikologi secara jelas antara anggota satu dengan yang lain yang dapat berlangsung dalam situasi yang dialami secara bersama. Sebagaimana yang dikemukakan oleh Drs. Soelaiman Joesoyf (1983) menyebutkan bahwa :
“Dinamika Kelompok berarti suatu kumpulan dari dua atau lebih individu di mana perubahan individu satu dapat mempengaruhi individu lain.”


Fungsi dari dinamika kelompok antara lain
  1. Membentuk kerjasama saling menguntungkan dalam mengatasi persoalan hidup.
  2. Memudahkan pekerjaan.
  3. Mengatasi pekerjaan yang membutuhkan pemecahan masalah dan mengurangi beban pekerjaan yang terlalu besar sehingga selesai lebih cepat, efektif dan efisien.Salah satunya dengan membagi pekerjaan besar sesuai bagian kelompoknya masing-masing atau sesuai keahlian.
  4. Menciptakan iklim demokratis dalam kehidupan masyarakat dengan memungkinkan setiap individu memberikan masukan, berinteraksi, dan memiliki peran yang sama dalam masyarakat.
Alasan Pentingnya Dinamika Kelompok

1).Individu tidak mungkin hidup sendiri dalam masyarakat.
2).Individu tidak dapat bekerja sendiri dalam memenuhi kehidupannya.
3).Dalam masyarakat yang besar .perlu adanya pembagian kerja agar pejkerjaan dapat terlaksana  dengan baik.
4).Masyarakat yang demokratis dapat berjalan baik apabila lembaga sosial dapat bekerja dengan efektif.

Pendekatan pendekatan Dinamika Kelompok

1).pendekatan oleh Bales dan Homans

Pendekatan ini mendasarkan pada konsep adanya aksi,interaksi dan situasi yang ada dalam kelompok.Homans menambahkan ,dengan adanya interaksi dalam kelompok,maka kelompok yang bersangkutan  merupakan sistem interdependensi,dengan sifat sifat:

a).Adanya stratifikasi kedudukan warga
b).Adanya diferensiasi dalam hubungan dan pengaruh antara anggota kelompok yang satu dengan yang lain
c).Adanya perkembangan pada sistem intern kelompok yang diakibatkan adanya pengaruh faktor faktor dari luar

2).pendekatan oleh Stogdill

Pendekatan ini lebih menekankan pada sifat sifat kepemimpinan dalam bentuk organisasi formal.Stogdill menambahkan bahwa yang dimaksud kepemimpinan adalah suatu proses yang terorganisir sebagai usaha  untuk mencapai tujuan kelompok.Kelompok yang terorganisir yang dimaksud disini adalah kelompok yang tiap tiap anggotanya mendapat tanggungan dalam hubungannya dalam pembagian tugas untuk mencapai kerja sama dalam kelompok

3).pendekatan dari ahli psycho analysis (Sigmund Freud dan Scheidlinger)

Scheidlinger berpendapat bahwa aspek aspek motif dan emosional memegang peranan penting dalam kehidupan kelompok.Kelompok akan terbentuk apabila  didasarkan pada kesamaan motif anatar anggota kelompok demikian pula emosional yang sama akan menjadi tenaga pemersatu dalam kelompok,sehingga kelompok tersebut semakin kokoh.Freud berpendapat bahwa di dalam setiap kelompok perlu adanya kesatuan kelompok agar kelompok tersebut dapat  berkembang dan bertahan lama. Kesatuan kelompok akan terbentuk apabila tiap tiap anggota kelompok melaksanakan identifikasi bersama antar anggota yang satu dengan yang lain.